Langsung ke konten utama

Kala Semangat Meredup


jika aku bisa memilih
tentu aku tidak memilih untuk hal-hal yang membuatku sedih
jika aku punya kuasa
pasti telah kutepis semua yang menghalangi

tapi aku hanya aku
yang kadang hanya bisa terpaku saat waktu telah berlalu
tersadar bahwa telah tertinggal
dan akhirnya hanya bisa menyesal
dihibur dengan kata-kata
“Itu bukan yang terbaik untukku”
atau
“Selalu ada alasan dibalik setiap kejadian”
dan kata-kata lain yang kadang terdengar basi

aku tetap berharap untuk tidak mengulangi lagi,
agar tidak termasuk yang merugi



Ismicitra
*selalu berusaha untuk lebih baik*
jangan bosen ya :)

Komentar