Langsung ke konten utama

Postingan

Mawas Diri

Saat membaca hasil tulisan saya beberapa waktu terakhir ini, ehmm...kok isinya gak ada ceria-cerianya ya, semua ada unsur "M"...melow hehehe Yang mau saya tulis sekarang juga adalah sesuatu yang tidak mengembirakan, karena gak mungkin saya ungkapkan itu pada orang-orang sekitar, takut mereka sedih dan khawatir. Beberapa hari terakhir ini kaki "besi" saya terasa pegel, dulu saya tidak pernah mengeluhkannya namun terus terang  yang ini cukup mengganggu. Mungkin memang saat saya tidak terlalu merasakan apa-apa, saya bertingkah laku seperti "orang sehat" lainnya, yang lari, jalan cepat atau naik tangga. Sampai suatu ketika seorang teman bilang..."Mb,gw kok lupa ya kalo elo tuh pernah operasi".....saat dia melihat aku berlari menghampirinya. Saya hanya tertawa meringis, karena emang baru sadar pas pegel menyerang saat tiba di rumah.  Kenapa ya baru terasa sekarang? Saya mencoba menelaah: sudah tidak masuk modul lagi disekolahan, sehingga kata "...

Bersama (saat aku harus menjadi bukan aku)

together Bukan aku jika lari dari masalah bukan aku jika berusaha bersembunyi dari kenyataan bukan aku jika harus mundur tanpa perlawanan Tapi ternyata  kini aku harus lari kemudian sembunyi dan akhirnya menghilang perlahan Kadang aku tidak boleh jadi aku ternyata aku harus mengalah terhadap diriku dan sebaiknya aku tidak selalu berusaha untuk menyatakan ke"aku"an Itu bukan berarti aku kalah aku hanya berusaha menjaga keseimbangan yang ada karena aku tetap ingin hidup bersama Aku, kamu, kalian.....mari lapangan dada....agar ringan langkah terasa Ismicitra *kita diciptakan berbeda*

Puisi saya di suatu tempat

diunduh dari sini Betapa terkejutnya saya saat membaca salah satu puisi lama saya ada di blog orang yang saya tidak kenal. Dia memang mencantumkan nama saya, namun tidak meng "link" kannya ke saya atau mencantumkan alamat saya. Setahu saya saat mengunduh sesuatu dari orang lain kita sebaiknya ehmm... seharusnya mencantumkan alamat unduhannya (begitu dalam penulisan tesis dll hehehe) Begini ya rasanya saat karya kita diambil tanpa izin. Nyesek. Hal yang membuat saya sedikit terhibur adalah respon positif  dari teman-temannya tentang puisi tersebut.  Mungkin ini juga yang dirasakan pak Bimo saat saya menggunakan salah satu hasil karyanya walau sudah dapat izin beliau . Maaf ya pak. Dan begitu pula bagi pemilik gambar yang tersebar di Google yang saya ambil untuk membantu ekspresi tulisan saya.  Untuk sebagian orang duplikasi karya atau tulisan diinternet adalah hal yang biasa  dan memang ini adalah salah satu risiko yang akan kita hadapi saat menulis di media ...

Manajemen Kehilangan

Kita harus bisa menerima kekurangan orang lain dan juga harus dapat bersikap legowo terhadap kelebihan yang mereka miliki. A sangat mengagumi sebuah rumah yang sedang dijual di sekitar tempatnya bekerja. Rumah itu tidak terlalu besar, halaman  luas dengan kolam ikan dan pancuran kecil di tengah. Terlihat sejuk dan nyaman saat melewatinya. Ingin rasanya untuk memiliki rumah itu, namun apa daya kemampuan finansial A belum tercukupi. Suatu hari saat melintas di depan rumah idamannya tersebut, ternyata rumah itu sudah hangus terbakar tanpa sisa, sejenak dia tertengun di depan bangunan hancur yang sudah berwarna hitam itu, hatinya ikut hancur  dan  buliran air mata pun mengalir. Namun, tak lama kemudian dia menyeka air matanya. "Ah, sudahlah, masih banyak rumah yang lain yang dapat kubeli kelak" pikirnya sambil meneruskan perjalanan ke tempat kerjanya. Alangkah indahnya jika saya juga bisa berfikir sederhana seperti A untuk kehilangan yang saya rasakan saat ini. Pasti...

Tenggelam dalam rasa

Keep breathing Hari ini saya mendapatkan sesuatu yang baru, cerita tentang hidup dan dinamikanya. Haru biru dan menyesakkan. Seorang teman wanita disakiti oleh suaminya dan dia tetap bertahan sampai dengan hari ini. Mengalah, bersabar demi anak dalam kandungan dan demi cintanya.  Masalah klise yang tak ada akhirnya jika kita bicara tentang "rasa". Kita tidak pernah tahu kepada siapa rasa itu akan datang, kepada orang baik atau bukan. Wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik, jadi apakah teman saya bukan wanita baik-baik sehingga Allah kirimkan laki-laki "tidak baik" buatnya dan membuatnya sedih berkepanjangan. Saya tidak berburuk sangka kepada Allah, karena saya yakin Allah tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan hamba-Nya. Ini adalah salah satu perjuangan teman saya untuk berjuang mengalahkan rasa cintanya kepada manusia (suami yang menyakitinya) dan kembali pada cinta yang hakiki,  rasa cinta pada Tuhannya. Rasa telah membutakan hatinya seh...

Ada apa dengan Adil?

Beberapa hari ini saya terusik dengan kata-kata adil. Sebenarnya apa sih yang di maksud adil itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia , kata adil berarti: tidak berat sebelah ; tidak memihak berpihak kpd yg benar ; berpegang pd kebenaran sepatutnya ; tidak sewenang- wenang Jika kita menilik dari sisi Islam: “ Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil, berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat. Dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran.”  (QS. An-Nahl : 90) Dari sebuah blog yang saya baca, k ata adil sering disinonimkan dengan kata  al musawah  (persamaan) dan al qisth   (moderat/seimbang) dan kata adil dilawankan dengan kata dzalim. Saya bukan orang yang ahli pada keduanya, namun jika dilihat dari dua definisi  di atas adil itu bukan berarti sama rata, tapi harus diingat  pembagian beban berdasarkan kriteria juga j...

Ling-lung

Mungkin menangis dapat membuat lebih baik..... Allah, hamba mohon ketenangan...... http://vi.sualize.us/view/415af0f6513378ad66d1dd8783126c67/ Ismicitra *really need hugs*