Langsung ke konten utama

Postingan

Berdiri

semua serba membingungkan tidak ada kepastian selalu diamuk rasa terombang-ambing terbawa asa yang tak ada kejelasan pada jalan dengan ujung yang tak tampak dan bergerak sesuai tiupan angin begitu rapuhnyakah aku?? tak akan terjadi untuk kedua kali kini aku harus berdiri tegar dengan kakiku sendiri dan penuh keyakinan matahari kan bersinar lagi itu pasti

untuk ke dua kalinya......(sebels)

tak ada habis-habisnya masalah rasa ini terus ada mengganggu malamku hingga aku tak berdaya semakin ku ingin dia jauh rasa yang menghatam semakin hebat sakit nyeri menusuk dada berdarah walau tak ada luka dia tak tahu apa-apa karena aku tidak menginginkannya biar ini jadi rahasia di sini di rumah hati ini berulang untuk ke dua kali bagai kelinci yang sedang mencoba melompat di sisi yang berbeda tapi tetap tak kuasa melampaui lubang di hadapan dan kembali jatuh terbenam dan patah tulang belulang remuk hati atau organ lainya sudah pasti ada padahal luka lama masih menganga tak sabar rasanya menantikan akhir dari semua awal dari hal baru yang ku harap lebih indah atau setidaknya lebih bermakna (dari hal bodoh ini yang kulakukan 2 kali)

rindu...

Saat rindu menyerang tak banyak perlawanan yang dapat ku lakukan hanya memandang menanti dan berdoa Allah... jika dia bukan untukku jauhkanlah... hentikan semua serangan agar ada gencatan senjata aku menyerah (kangen deh, ngobrol ama "teman", berbagi hal yang gak jelas, kangen baca tulisannya yang segar dan menyegarkan, tapi takut juga jika rasa kangen yang biasa ini jadi tak biasa)

Terpuruk

Hari ini, akhiri semua mimpi akhiri semua asa kini semua tinggal rasa tertinggal sesak dalam dada yang ku pikir bisa segera lega ternyata waktu untuk hilangkanmu begitu lama hingga tertutup mata untuk asa lain yang tiba ah..biarlah aku terjatuh dulu tenggelam dalam kenangan akanmu biar puaskan kerinduaanku sampai akhirnya sesak akan akhiri nafasku baru ku minta angin bertiuplah keras tuk bantu hapuskan jejakmu dipasir pantaiku today, he is getting married ... :|

Sesalku....

Saat aku sadar bahwa aku punya rasa buat dia dia menghindar karena sebenarnya kami tahu bahwa beda itu terlalu jauh dia dengan dunianya aku dengan rutinitasku tapi...aku tidak mau begitu saja berlalu kucoba dahulu dan ternyata dia berlari ah...kini aku menyesal hilang lagi satu teman mungkin seharusnya lebih baik tidak sejak awal pastinya kami masih bisa berjalan bersama walau di sisi yang berbeda

Saat empati tak lagi ada

Hari ini aku mendapatkan berita yang sangat mengejutkan dari temanku tepatnya junior di tempat menuntut ilmu sekarang. Setelah 2 hari menghilang, teman-temannya menemukan dia dalam keadaan yang sangat menyedihkan, duduk bersimpuh di pojok kamarnya yang gelap, tidak bersuara dan tidak mengenali orang-orang di sekitarnya. Hiks....hatiku langsung terasa seperti teriris, sakit...mataku berkaca, mulutku tetap tertutup rapat menahan sesak yang semakin mendesak dada. Begitu beratkah beban yang dia tanggung selama ini, sehingga akal sehatnya tidak sanggup menampung semuanya, dan dia...akhirnya menyerah. Lengkaplah kesedihan yang kurasakan saat tahu bahwa beberapa teman senior ada yang beranggapan bahwa ini adalah taktiknya belaka agar tidak maju sajian kasus. Oh..my God, astagfirullah...dimana rasa kemanusiaan kalian, atau jangan-jangan kalian bukan manusia lagi. Maaf mb, aku terlalu berterus terang, namun tidak adakah rasa empati untuknya ? Seburuk-buruknya dia, namun dia adalah salah satu da...